Anggrek bisa kategorikan menjadi dua jenis. Anggrek spesies (jenis asli yang tumbuh dengan sendirinya di alam) dan anggrek hibrida (hasil persilangan yang dibantu oleh manusia). Semua sama bagusnya. Sama cantiknya. Tapi, kadangkala, hobiis memandang sebelah mata kepada anggrek hibrida. Mereka lebih suka untuk mengoleksi anggrek spesies. Mungkin karena sebutan ‘jenis anggrek langka’ yang membuat para hobiis semangat untuk berburu dan membeli anggrek spesies ini walaupun dipatok dengan harga tinggi oleh penjualnya.
Tapi kadang kala anggrek hibrida juga berharga tinggi. Ini bisa terjadi jika anggrek yang telah disilangkan oleh manusia ini mempunyai bentuk dan kombinasi warna yang sangat indah.
Untuk membedakan mana anggrek spesies dan mana anggrek hibrida bisa dari penamaannya. Nama-nama anggrek baik yang spesies maupun hibrida terdaftar di lembaga internasional yang mengurusi soal anggrek seluruh dunia yang bernama Royal Horticultural Society yang bertempat di Inggris.
Nama anggrek spesies biasanya berciri khas nama latin. Dengan penulisan Huruf besar pada awal nama genusnya dan huruf kecil pada nama spesiesnya. Contohnya Coelogyne pandurata, Grammatophyllum scriptum.
Nama anggrek hibrida biasanya menggunakan nama bebas. Sesuai permintaan sang penyilangnya. Dan umumnya ditulis dengan awalan huruf besar semua. Misalnya Dendrobium Indonesia Raya (hasil silangan alm bapak Wira), Dendrobium Rong Kamol (dendrobium hibrida asal Thailand), Phalaenopsis Ching Hua Magic (anggrek bulan hibrida asal Taiwan).
Ini artikel2 dari para pecinta anggrek lainnya yang membahas tentang perawatan anggrek ..